“DAMAI
SEJAHTERA NUSANTARA”
ATAS
NAMA TUHAN YANG MAHA ESA
Cita-cita
dan hobi saya
Tentusaja
semua orang punya dong cita-citadan hobi saya pun juga punya cita-cita dan
hobi.
Dulu
sebelum saya sbr cita-cita saya adalah dokter dan dulu saya gak punya hobi
karna saya selalu menghabiskan waktu di sekolah, dan setelah saya ber sbr saya
punya hobi dan cita-cita.
Dan
cita-cita saya sekarang adalah menjadi pemimpin dunia dan dokter sedang kan
hobi saya sekarang adalah beladiri
karate dan menari.
Dan bagi
saya menjadi seorang pemimpin tidak lah mudah dan saya pun harus bekerja keras
untuk mejadi pemimpin.
Dan
alasan saya menjadi pemimpin dunia adalah menjadikan bangsa-bangsa di dunia ini
menjadi aman,tentram,dan seimbang
Dan
cita-cita saya yang ke 2 adalah menjadi dokter dan bagi saya juga tidaklah
mudah dan alas an saya menjadi dokter adalah untuk meyembuhkan orang yang sakit
dan membuat orang bahagia karna keluarga nya sembuh
hobi
saya bela diri karate karena seminggu sekali saya berlati karate dan juga
pernah mengikuti lomba karate jadi sayamenjadikan bela diri karate menjadi
hobi.
Dan hobi
saya menari berawal dari watu pertama kali berlatih tari bersama teman-teman
yaitu:dinda marwa,dinda elya,dinda farah ,bg ifal,bg irul,dinda dina dinda
ria,dinda mila atau saya sendiri dan pertema kita latihan itu untuk pentas di
deklarasi di solo dan ternyata gak jadi,selain itu juga pentas di demak bersama
dengan bu waljinah kita menarikan Tari Dolanan dan waktu itu yang laki-laki
gundul,
Kami juga
pentas di PIP yang watu itu ada DPP melihat waktu kita pentas dan watu itu bg
el dan kakak lainnya juga ikut pentas dan kami juga berfoto dengan DPP di
PIP,kami juga pentas di salah satu stasiun TV yaitu Cakra tv ,selain itu juga
di water blaster saya pentas di water blaster sudah empat kali dan kami
berrenang di water blaster tiga kali,dan juga pentas di Salatiga pentas dengan
acara pameran sampah,kami juga pentas di demak di kraton demak yang ber nama
glagahwangi dan di situ saya pertama kali tau kalau ada kraton di demak kita di
sana menarikan tari Dolanan dan yang laki-laki juga botak mereka menari Gundul
gundul paculdan mereka di cium kepalanya sama sultannya dan di kasih uang
sebesar Rp 50.000,00 dan kami juga pentas di asal kota kita yaitu kudus di
sarasean kami menarikan tari Gunungan cublak cublak suweng dan selain itu kami juga pentas di gulang
dengan acara tuju belas agustusan ,selain itu juga kami pentas di Terban dengan
acara pembukaan situs pati ayam saat itu hujan dan kita kesana naik mobil pick
up yang diatasnya dikasih terpal awalnya sih semua pada komplen karna kita sudah
dirias cantik-cantik malah disuruh naik mobil pick up tapi mau bagai mana lagi.
Setelah kita sampai disana ternyata panggung untuk kita pentas basah karna
hujan, kita menari dengan hati-hati karna takut terpeleset,karna keadaan itu
kita tampil menari kurang maksimal
Dan begitulah
cerita saya
“Segala puji bagi tuhan“
Damai sejah
tera nusantara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar